KATA PENGANTAR
Bismillah Hirrahmannirrahim
Assalamu’alaikum
Wr.Wb.
Dengan
memanjatkan puja dan puji Syukur kehadirat
Allah SWT, sehingga atas ridhanya makalah Hadits dapat terselesaikan. Tidak lupa
Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad saw. yang kelak kita nanti-nantikan syafa’atnya dihari yaumul qiyamah
dan beliau juga yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang
penuh cahaya.
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada pembimbing mata kuliah TAFSIR, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih
banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran
dari para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga
makalah ini dapat bermanfa’at bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya, amin ya
rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb.
Banjarmasin, September 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................... 1
Daftar Isi..................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah.................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A.
Mengenal Allah melewati
asma-asma-Nya........................................... 4
B.
Berdoa dengan asma-Nya.................................................................... 4
C.
Mengenal Allah melewati fenomena ciptaan-Nya............................... 5
D.
Gambaran diantara
sifat-sifat-Nya....................................................... 7
E.
Asbabun nuzul ayat.............................................................................. 7
F.
Hadits yang terkait.............................................................................. 7
G. Petunjuk yang bisa diambil dari ayat.................................................... 8
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ........................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan yang berbau Islam merupakan faktor penting yang
mempunyai adil besar dalam memajukan suatu bangsa bahkan mengenai peradapan
manusia. Tujuan pembahasan ayat-ayat Al-Quran yang membuktikan akan keberadaan
dan kebesaran Allah yaitu untuk mengingatkan kepada kita semua (Umatnya) agar
senang tiasa menghidupkan semangat beribadah.
Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali umat bahkan
para ulama yang memperdebatkan masalah tanda-tanda kebesaran Allah baik dari
Hadist-hadist yang ada maupun dalam ayat-ayat Al-Quran itu sendiri.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan
masalah yang dibahas yaitu
1.
Apa saja ayat Al
Quran tentang mengenal Allah melewati asma-asma-Nya ?
2.
Apa saja ayat Al
Quran tentang berdoa dengan asma-Nya ?
3.
Apa saja ayat Al
Quran tentang mengenal Allah melewati fenomena ciptaan-Nya ?
4.
Apa saja ayat Al
Quran tentang gambaran bagaimana diantara sifat-sifat-Nya ?
5.
Bagaimana asbabun
nuzul dari ayat-ayat tersebut ?
6.
Apa ada salah satu
hadits yang terkait dengan ayat-ayat tersebut ?
7.
Serta apa saja
petunjuk yang bias kita ambil dari ayat-ayat tersebut ?
BAB II
PEMBAHASAN AYAT-AYAT TENTANG ALLAH
A.
Mengenal Allah melewat asma-asma-Nya
v Al Hasyar ayat
22-24
uqèd ª!$# Ï%©!$# Iw tm»s9Î) wÎ) uqèd ( ÞOÎ=»tã É=øtóø9$# Íoy»yg¤±9$#ur ( uqèd ß`»oH÷q§9$# ÞOÏm§9$# ÇËËÈ uqèd ª!$# Ï%©!$# Iw tm»s9Î) wÎ) uqèd à7Î=yJø9$# â¨rà)ø9$# ãN»n=¡¡9$# ß`ÏB÷sßJø9$# ÚÆÏJøygßJø9$# âÍyèø9$# â$¬6yfø9$# çÉi9x6tGßJø9$# 4 z`»ysö6ß «!$# $£Jtã cqà2Îô³ç ÇËÌÈ uqèd ª!$# ß,Î=»yø9$# äÍ$t7ø9$# âÈhq|ÁßJø9$# ( ã&s! âä!$yJóF{$# 4Óo_ó¡ßsø9$# 4 ßxÎm7|¡ç ¼çms9 $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ( uqèdur âÍyèø9$# ÞOÅ3ptø:$# ÇËÍÈ
22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang
ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci,
yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang
Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk
Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan
bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
B. Berdoa
dengan asma-Nya
v
Al
A’raf ayat 180
¬!ur âä!$oÿôF{$# 4Óo_ó¡çtø:$# çnqãã÷$$sù $pkÍ5 (
(#râsur tûïÏ%©!$# crßÅsù=ã þÎû ¾ÏmÍ´¯»yJór& 4
tb÷rtôfãy $tB (#qçR%x. tbqè=yJ÷èt ÇÊÑÉÈ
180. hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka
bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah
orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya.
nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Maksudnya: Nama-nama
yang Agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.
Maksudnya: janganlah dihiraukan
orang-orang yang menyembah Allah dengan Nama-nama yang tidak sesuai dengan
sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi
dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk
Nama-nama selain Allah.[1]
C.
Mengenal Allah melewati fenomena ciptaan-Nya
v
Ar-Rum Ayat (20-25)
ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»t#uä ÷br& Nä3s)n=s{ `ÏiB 5>#tè? ¢OèO !#sÎ) OçFRr& Öt±o0 crçųtFZs? ÇËÉÈ ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»t#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurør& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøs9Î) @yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨uq¨B ºpyJômuur 4
¨bÎ) Îû y7Ï9ºs ;M»tUy 5Qöqs)Ïj9 tbrã©3xÿtGt ÇËÊÈ ô`ÏBur ¾ÏmÏG»t#uä ß,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ß#»n=ÏG÷z$#ur öNà6ÏGoYÅ¡ø9r& ö/ä3ÏRºuqø9r&ur 4
¨bÎ) Îû y7Ï9ºs ;M»tUy tûüÏJÎ=»yèù=Ïj9 ÇËËÈ ô`ÏBur ¾ÏmÏG»t#uä /ä3ãB$uZtB È@ø©9$$Î/ Í$pk¨]9$#ur Nä.ät!$tóÏGö/$#ur `ÏiB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 4
cÎ) Îû Ï9ºs ;M»tUy 5Qöqs)Ïj9 cqãèyJó¡o ÇËÌÈ ô`ÏBur ¾ÏmÏG»t#uä ãNà6Ìã s-÷y9ø9$# $]ùöqyz $YèyJsÛur ãAÍit\ãur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ¾Çósãsù ÏmÎ/ ßöF{$# y÷èt/ !$ygÏ?öqtB 4
cÎ) Îû Ï9ºs ;M»tUy 5Qöqs)Ïj9 cqè=É)÷èt ÇËÍÈ ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»t#uä br& tPqà)s? âä!$yJ¡¡9$# ÞÚöF{$#ur ¾ÍnÌøBr'Î/ 4
§NèO #sÎ) öNä.$tãy Zouqôãy z`ÏiB ÇÚöF{$# !#sÎ) óOçFRr& tbqã_ãørB ÇËÎÈ
20. Bahwa sanya Allah telah menciptakan manusia dari tanah,
kemudian dia ciptakan kita (menjadi) manusia, dan berkecuali yang baik didunia
ini atau memiliki banyak keturunan atas semua yang ia miliki.
21. Dan Allah pun setelah menciptakan mahluknya ternyata tidak
sebatas itu saja, tetapi Allah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan. Agar
manusia itu cenderung dan muda merasakan tenteram kepadanya (pasangan hidup
atau lawan jenis) diantara mu rasa kasih sayang, dan sungguh itu suatu tanda
kebesarannya, bagi mahluk yang beriman.
22. Dan diantara kebesaranya ialah menciptakan langit dan
bumi, menjadi atau menciptakan bahasa dan bangsa yang berbeda pula.
23. Diantara kebesaranya dialah telah menurunkan juga nikmat
kepada mahluknya tidur malam dan siang hari, dan menurunkan rizki kepada mereka
supaya mahluknya berusaha untuk mencari nafkah atau karuniahnya.
24. Diantara kebesarannya, Allah juga memperlihatkan
ciptaannya juga yang lain (kilat) kepada mahluknya supayah mereka merasa takut
akan Allah, dan memberikan harapan kepada mahluknya, berupa (hujan) dan
menghujankan kembali bumi yang sudah kering.
25. Allah menciptakan bumi dan langit dengan kehendaknya pula
dan apabila ia menjadikan hari itu kiamat (pembangkitan) maka tidak ada satupun
yang bisa mengingkarinya.
v
As-Sajdah ayat 9-12
¢OèO çm1§qy yxÿtRur ÏmÏù `ÏB ¾ÏmÏmr ( @yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noyÏ«øùF{$#ur 4 WxÎ=s% $¨B crãà6ô±n@ ÇÒÈ (#þqä9$s%ur #sÏär& $uZù=n=|Ê Îû ÇÚöF{$# $¯RÏär& Å"s9 9,ù=yz ¤Ïy` 4 ö@t/ Nèd Ïä!$s)Î=Î/ öNÍkÍh5u tbrãÏÿ»x. ÇÊÉÈ * ö@è% Nä39©ùuqtGt à7n=¨B ÏNöqyJø9$# Ï%©!$# @Ïj.ãr öNä3Î/ ¢OèO 4n<Î) öNä3În/u cqãèy_öè? ÇÊÊÈ öqs9ur #ts? ÏÎ) cqãBÌôfßJø9$# (#qÝ¡Ï.$tR öNÎhÅrâäâ yZÏã óOÎgÎn/u !$oY/u $tR÷|Çö/r& $uZ÷èÏJyur $oY÷èÅ_ö$$sù ö@yJ÷ètR $·sÎ=»|¹ $¯RÎ) cqãZÏ%qãB ÇÊËÈ
9. Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh
(ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati
(tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
10. Dan mereka berkata : "Apakah bila kami Telah lenyap
(hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru
?" bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.
11. Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu
akan mematikanmu, Kemudian Hanya kepada Tuhanmulah kamu akan
dikembalikan."
12. Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa
itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata) : "Ya
Tuhan kami, kami Telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah kami (ke
dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya kami adalah orang-orang
yang yakin."
D. Gambaran di antara sifat-sifat-Nya
v
Al
Ikhlas 1-4
ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ ª!$# ßyJ¢Á9$# ÇËÈ öNs9 ô$Î#t öNs9ur ôs9qã ÇÌÈ öNs9ur `ä3t ¼ã&©! #·qàÿà2 7ymr& ÇÍÈ
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
E. Asbabunnuzul ayat
Ar-Rum Allah menciptakan manusia dari tanah dan kemudian Allah
memperlihatkan kebesarannya,
Al-Hasyar Allah itu Esa dan dialah
penguasa atas ciptaannya, dan tidak ada satu baginya. Dan didalam surah
Assajadah Allah menyempurnakan ciptaanya (manusia) yang pertamanya berupah dari
tanah, kemudian menjadi manusia Allah punmeniupkan roh kedalam tubuh
manusia dan delengkapi dengan panca indra dan manusia itulah yang akan
mempertanggung jawabkan dirinya sendiri kehadapan Allah.
Washa berarti memperingatkan,
melarang, memerintahkan, menasehati.[2] Kata
benda turunan, washiyah berarti kemauan, yakni perintah yang terakhir dan
terpenting yang ditinggalkan seseorang. Kata kerja disini dibuktikan dalam
bentuk jamak karena berkenaan dengan manusia. Implikasinya adalah bahwa guna
mengatasi keadaan normal keduniawian maka kita harus malibatkan orang lain,
masalah keduniawian tidak dapat diselesaikan melalui pengasingan diri. Juga
berarti di anatara orang lain dalam kesatuan sosial ada ukuran yang dapat kita
jadikan sebagai patokan untuk yang beroriantasi pada kebenaran dan saling memikirkan,
maka kedustaan dan kemunafikan kita akan terungkap.
Fondasi dari semua ini adalah
shabr, kebesaran, karena Allah adalah Yang Maha Besar, Al-Shabur. Allah
beberapa di luar waktu. Kesabaran berarti menyusutkan waktu. Umpamanya, jika
kita ingin memakan buah mentah sebelum waktunya dan kita tahu harus menungguh
tujuh hari sebelum buah itu siap dimakan, maka kita siap menjadi waktu nol.
(kita menungguh sampai sampai waktu yang seminggu itu habis dijalani).
Sedangkan pada surah Al-Ikhlas, Allah
menggambarkan sifat-sifat-Nya yang Esa dan tunggal, serta tidak ada yang
menyamai-Nya. Serta pada surah Al A’raf Allah mengajak untuk berdoa dengan
menyebut-Nya, serta ada pula ancaman bagi orang-orang yang meninggalkannya.
F. Hadist yang terkait
عَنْ أَنَسِ بَنِ مَل لِكٍ دَضِىَ الله عَنه ُعَنْ الَِّنبِىِّ صَلَّى الله
عَلَيَمَ وَسَلَمِ قاَلَ : إِنَّ الله وَكََّلَ بِالرَّ حِمِ َملَكًايَقُولُ :
أَيْ رَبِّ نَُطْفَةً أَ ى رَبٌِ عَلَقَةً. أَىْ ربِّ مُضْغَةً. فَإِ ذَاأَ
رَادَالله أَنْ يَقْضِىَ جَلْقَهَا قال : أَىْ رَبِّ ا شَقِىُّ أَوسَعِيْدُ ؟
ذَكَرٌ أَوْأُنْثَى ؟ فَمَا لأ جَلُ ؟ فيكسب كذ لكَ فىِْ بَطْنِ أَمِّهِ ."رواه الجنارىومسلم واأ
حمد"
“Dari pada Anas bin Malik (Moga-moga Ridha Allah terhadap diri-nya), dari
Nabi SAW, bahwa beliau bersabdah : “Sesungguhnya Allah telah mewakilkan dalam
hal rahim seorang malikat”. Dia berkata : “Ya Tuhan, apakah dan jadikan nuthfah
?” “Ya Tuhan! Apakah akan diteruskan jadi ‘alaqah?” maka bila mana Allah telah
menghendaki menciptakannya (jadi anak), berkata pulalah malaikat itu : “Ya
Tuhan! Apakah akan jadi laki-laki atau akan jadi perempun ? maka bagai mana
rezekinya ?bagai mana ajalny ? maka dituliskanlah demikian itu ketika dia masi
dalam perut ibunya.” (Diriwayatkan Oleh Bukhari dan Muslim dan al-imam ahmad
bin Hanbal).
G. Petunjuk yang bisa diambil dari
ayat :
Yang dapat menjadi pelajaran dari ayat-ayat
tersebut:
Ø Dengan adanya tanda-tanda
kebesaran Allah maka sampaila manusia kepada kesimpulan tentang pasti adanya
maha pencipta, maha pengatur, maha bijaksana, maha perkasa disertai maha
pengasi dan maha penyayang.
Ø Dengan adanya tanda-tanda
kebesaran Allah atau bukti-bukti adanya tuhan ialah untuk menyarankan manusia
bahwa dia mempunyai akal dan fikiran dan lain lain.
Ø Hidup dan mati manusia diataur
oleh Allah swt dan tak ada satupun mahluk yang dapat membantahnya.
Ø Manusia harus meyakini adanya
hari kiamat dan tidak ada satupun mahluk yang dapat mengingkarinya.
Ø Kita sebagai umat islam
hendaknya menumbuhkan sikap saling toleransi antar agama baik dalam beribadah
maupun dalam bermasyarakat, dan kita sebagai umat islam hendaknya tidak saling
merugihkan baik sesama muslim maupun non muslim.
BAB III
KESIMPULAN
Dari ketiga ayat diatas (Ar-Rum, Al-Hasyr, As-Sajadah) kami pemakalah
menyimpulkan bahwa pada dasarnya, memiliki pengertian, dan pembahasan
yang sama yaitu mengenai kekuasaan, keesaan Allah, dan mengenal Asma dan
sifat Allah. Serta kedua
ayat lainnya (Al-Ikhlas, Al-A’raf), dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat tersebut
menggambarkan sifat-sifat Allah serta seruan untuk berdoa dengan asma-Nya.
Selain itu dijelaskan pula tentang dan kasih sayang yang tersebut didalam
surat Ar-Rum setiap laki-laki yang sehat dan perempuan yang sehat senantiasa
mencari teman hidup yang disertai keinginan menumbuhkan kasih sayang disertai
kepuasan bersetubuh, atau menumbuhkan cinta keduah belah pihak.
Dan pada As-sajadah dijelaskan pula tentang kehinaan yang menimpah
orang-orang kafir, di akherat dan mereka pada waktu itu diminta supaya di
kembalikan saja kedunia untuk bertobat dan berbuat kebaikan tetapi keinginan
ini ditolak. Keinginan kaum musrik terhadap hari berbangkit dan mereka
menganggap hal itu mustahil. Jadi, maksud ketiga ayat diatas yaitu menumbuhkan
tentang kebesaran Allah swt yang dibuktikan dengan tanda, tanda yang ia
kirimkan kepada mahluk dan alam seluruh jagat raya, dan tak ada satupun mahluk
yang mengingkarinya.
DAFTAR PUSTAKA
Mahali, Mudjab, A, Asbabun Nuzul (Studi
Pendalaman Al Quran), Jakarta : Rajawali, 1989
Ash
Shaabuniy, Muhammad Ali, 1998, Study Ilmu Al-Qur’an, Alih Bahasa
Aminuddin, Bandung:
Pustaka Setia
Manna’ Khalil
Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, terj. Mudzakir As, Bogor:
Pustaka Litera Antar Nusa ,
2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar