Selasa, 27 Mei 2014

makalah ayat ayat tentang allah





KATA PENGANTAR
Bismillah Hirrahmannirrahim
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dengan memanjatkan puja dan puji Syukur kehadirat Allah SWT, sehingga atas ridhanya makalah Hadits dapat terselesaikan. Tidak lupa Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. yang kelak kita nanti-nantikan syafa’atnya dihari yaumul qiyamah dan beliau juga yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang penuh cahaya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing mata kuliah TAFSIR, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya, amin ya rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Banjarmasin, September 2013

 Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................... 1
Daftar Isi..................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah.................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Mengenal Allah melewati asma-asma-Nya........................................... 4
B.      Berdoa dengan asma-Nya.................................................................... 4
C.      Mengenal Allah melewati fenomena ciptaan-Nya............................... 5
D.    Gambaran diantara sifat-sifat-Nya....................................................... 7
E.     Asbabun nuzul ayat.............................................................................. 7
F.       Hadits yang terkait.............................................................................. 7
G.    Petunjuk yang bisa diambil dari ayat.................................................... 8
BAB III PENUTUP
     Kesimpulan ........................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 10



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan yang berbau Islam merupakan faktor penting yang mempunyai adil besar dalam memajukan suatu bangsa bahkan mengenai peradapan manusia. Tujuan pembahasan ayat-ayat Al-Quran yang membuktikan akan keberadaan dan kebesaran Allah yaitu untuk mengingatkan kepada kita semua (Umatnya) agar senang tiasa menghidupkan semangat beribadah.
Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali umat bahkan para ulama yang memperdebatkan masalah tanda-tanda kebesaran Allah baik dari Hadist-hadist yang ada maupun dalam ayat-ayat Al-Quran itu sendiri.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dibahas yaitu
1.      Apa saja ayat Al Quran tentang mengenal Allah melewati asma-asma-Nya ?
2.      Apa saja ayat Al Quran tentang berdoa dengan asma-Nya ?
3.      Apa saja ayat Al Quran tentang mengenal Allah melewati fenomena ciptaan-Nya ?
4.      Apa saja ayat Al Quran tentang gambaran bagaimana diantara sifat-sifat-Nya ?
5.      Bagaimana asbabun nuzul dari ayat-ayat tersebut ?
6.      Apa ada salah satu hadits yang terkait dengan ayat-ayat tersebut ?
7.      Serta apa saja petunjuk yang bias kita ambil dari ayat-ayat tersebut ?












BAB II

PEMBAHASAN AYAT-AYAT TENTANG ALLAH

A.    Mengenal  Allah melewat asma-asma-Nya
v  Al  Hasyar ayat 22-24

uqèd ª!$# “Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ( ÞOÎ=»tã É=ø‹tóø9$# Íoy‰»yg¤±9$#ur ( uqèd ß`»oH÷q§9$# ÞOŠÏm§9$# ÇËËÈ   uqèd ª!$# ”Ï%©!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd à7Î=yJø9$# â¨r‘‰à)ø9$# ãN»n=¡¡9$# ß`ÏB÷sßJø9$# ÚÆÏJø‹ygßJø9$# Ⓝ͓yèø9$# â‘$¬6yfø9$# çŽÉi9x6tGßJø9$# 4 z`»ysö6ß™ «!$# $£Jtã šcqà2ÎŽô³ç„ ÇËÌÈ   uqèd ª!$# ß,Î=»y‚ø9$# ä—Í‘$t7ø9$# â‘Èhq|ÁßJø9$# ( ã&s! âä!$yJó™F{$# 4Óo_ó¡ßsø9$# 4 ßxÎm7|¡ç„ ¼çms9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ( uqèdur Ⓝ͕yèø9$# ÞOŠÅ3ptø:$# ÇËÍÈ  

22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
B.     Berdoa dengan asma-Nya
v  Al  A’raf ayat 180
¬!ur âä!$oÿôœF{$# 4Óo_ó¡çtø:$# çnqãã÷Š$$sù $pkÍ5 ( (#râ‘sŒur tûïÏ%©!$# šcr߉Åsù=ムþ’Îû ¾ÏmÍ´¯»yJó™r& 4 tb÷rt“ôfã‹y™ $tB (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊÑÉÈ  
180. hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Maksudnya: Nama-nama yang Agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.
Maksudnya: janganlah dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan Nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk Nama-nama selain Allah.[1]
C.    Mengenal Allah melewati fenomena ciptaan-Nya
v  Ar-Rum Ayat (20-25)
ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷br& Nä3s)n=s{ `ÏiB 5>#tè? ¢OèO !#sŒÎ) OçFRr& ֍t±o0 šcrçŽÅ³tFZs? ÇËÉÈ   ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurø—r& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøŠs9Î) Ÿ@yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨Šuq¨B ºpyJômu‘ur 4 ¨bÎ) ’Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ ÇËÊÈ   ô`ÏBur ¾ÏmÏG»tƒ#uä ß,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ß#»n=ÏG÷z$#ur öNà6ÏGoYÅ¡ø9r& ö/ä3ÏRºuqø9r&ur 4 ¨bÎ) ’Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy tûüÏJÎ=»yèù=Ïj9 ÇËËÈ   ô`ÏBur ¾ÏmÏG»tƒ#uä /ä3ãB$uZtB È@ø‹©9$$Î/ Í‘$pk¨]9$#ur Nä.ät!$tóÏGö/$#ur `ÏiB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 4 žcÎ) ’Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcqãèyJó¡o„ ÇËÌÈ   ô`ÏBur ¾ÏmÏG»tƒ#uä ãNà6ƒÌãƒ s-÷Žy9ø9$# $]ùöqyz $YèyJsÛur ãAÍi”t\ãƒur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ¾Ç‘ósã‹sù ÏmÎ/ šßö‘F{$# y‰÷èt/ !$ygÏ?öqtB 4 žcÎ) ’Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcqè=É)÷ètƒ ÇËÍÈ   ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä br& tPqà)s? âä!$yJ¡¡9$# ÞÚö‘F{$#ur ¾Ín̍øBr'Î/ 4 §NèO #sŒÎ) öNä.$tãyŠ ZouqôãyŠ z`ÏiB ÇÚö‘F{$# !#sŒÎ) óOçFRr& tbqã_ãøƒrB ÇËÎÈ  
20. Bahwa sanya Allah telah menciptakan manusia dari tanah, kemudian dia ciptakan kita (menjadi) manusia, dan berkecuali yang baik didunia ini atau memiliki banyak keturunan atas semua yang ia miliki.
21. Dan Allah pun setelah menciptakan mahluknya ternyata tidak sebatas itu saja, tetapi Allah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan. Agar manusia itu cenderung dan muda merasakan tenteram kepadanya (pasangan hidup atau lawan jenis) diantara mu rasa kasih sayang, dan sungguh itu suatu tanda kebesarannya, bagi mahluk yang beriman.
22. Dan diantara kebesaranya ialah menciptakan langit dan bumi, menjadi atau menciptakan bahasa dan bangsa yang berbeda pula.
23. Diantara kebesaranya dialah telah menurunkan juga nikmat kepada mahluknya tidur malam dan siang hari, dan menurunkan rizki kepada mereka supaya mahluknya berusaha untuk mencari nafkah atau karuniahnya.
24. Diantara kebesarannya, Allah juga memperlihatkan ciptaannya juga yang lain (kilat) kepada mahluknya supayah mereka merasa takut akan Allah, dan memberikan harapan kepada mahluknya, berupa (hujan) dan menghujankan kembali bumi yang sudah kering.
25. Allah menciptakan bumi dan langit dengan kehendaknya pula dan apabila ia menjadikan hari itu kiamat (pembangkitan) maka tidak ada satupun yang bisa mengingkarinya. 

v  As-Sajdah ayat 9-12

¢OèO çm1§qy™ y‡xÿtRur ÏmŠÏù `ÏB ¾ÏmÏmr•‘ ( Ÿ@yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noy‰Ï«øùF{$#ur 4 Wx‹Î=s% $¨B šcrãà6ô±n@ ÇÒÈ   (#þqä9$s%ur #sŒÏär& $uZù=n=|Ê ’Îû ÇÚö‘F{$# $¯RÏär& ’Å"s9 9,ù=yz ¤‰ƒÏ‰y` 4 ö@t/ Nèd Ïä!$s)Î=Î/ öNÍkÍh5u‘ tbrãÏÿ»x. ÇÊÉÈ   * ö@è% Nä39©ùuqtGtƒ à7n=¨B ÏNöqyJø9$# “Ï%©!$# Ÿ@Ïj.ãr öNä3Î/ ¢OèO 4’n<Î) öNä3În/u‘ šcqãèy_öè? ÇÊÊÈ   öqs9ur #“ts? ÏŒÎ) šcqãB̍ôfßJø9$# (#qÝ¡Ï.$tR öNÎhÅ™râäâ‘ y‰ZÏã óOÎgÎn/u‘ !$oY­/u‘ $tR÷Ž|Çö/r& $uZ÷èÏJy™ur $oY÷èÅ_ö‘$$sù ö@yJ÷ètR $·sÎ=»|¹ $¯RÎ) šcqãZÏ%qãB ÇÊËÈ  

9.  Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
10. Dan mereka berkata : "Apakah bila kami Telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru ?" bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.
11. Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, Kemudian Hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."
12. Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata) : "Ya Tuhan kami, kami Telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."

D.    Gambaran di antara sifat-sifat-Nya
v  Al Ikhlas 1-4
ö@è% uqèd ª!$# î‰ymr& ÇÊÈ   ª!$# ߉yJ¢Á9$# ÇËÈ   öNs9 ô$Î#tƒ öNs9ur ô‰s9qムÇÌÈ   öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7‰ymr& ÇÍÈ  
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

E.     Asbabunnuzul  ayat
Ar-Rum Allah menciptakan manusia dari tanah dan kemudian Allah memperlihatkan kebesarannya, Al-Hasyar Allah itu Esa dan dialah penguasa atas ciptaannya, dan tidak ada satu baginya. Dan didalam surah Assajadah Allah menyempurnakan ciptaanya (manusia) yang pertamanya berupah dari tanah, kemudian menjadi manusia  Allah punmeniupkan roh kedalam tubuh manusia dan delengkapi dengan panca indra dan manusia itulah yang akan mempertanggung jawabkan dirinya sendiri kehadapan Allah.
Washa berarti memperingatkan, melarang, memerintahkan, menasehati.[2] Kata benda turunan, washiyah berarti kemauan, yakni perintah yang terakhir dan terpenting yang ditinggalkan seseorang. Kata kerja disini dibuktikan dalam bentuk jamak karena berkenaan dengan manusia. Implikasinya adalah bahwa guna mengatasi keadaan normal keduniawian maka kita harus malibatkan orang lain, masalah keduniawian tidak dapat diselesaikan melalui pengasingan diri. Juga berarti di anatara orang lain dalam kesatuan sosial ada ukuran yang dapat kita jadikan sebagai patokan untuk yang beroriantasi pada kebenaran dan saling memikirkan, maka kedustaan dan kemunafikan kita akan terungkap.
Fondasi dari semua ini adalah shabr, kebesaran, karena Allah adalah Yang Maha Besar, Al-Shabur. Allah beberapa di luar waktu. Kesabaran berarti menyusutkan waktu. Umpamanya, jika kita ingin memakan buah mentah sebelum waktunya dan kita tahu harus menungguh tujuh hari sebelum buah itu siap dimakan, maka kita siap menjadi waktu nol. (kita menungguh sampai sampai waktu yang seminggu itu habis dijalani).
Sedangkan pada surah Al-Ikhlas, Allah menggambarkan sifat-sifat-Nya yang Esa dan tunggal, serta tidak ada yang menyamai-Nya. Serta pada surah Al A’raf Allah mengajak untuk berdoa dengan menyebut-Nya, serta ada pula ancaman bagi orang-orang yang meninggalkannya.

F.     Hadist yang terkait

عَنْ أَنَسِ بَنِ مَل لِكٍ دَضِىَ الله عَنه ُعَنْ الَِّنبِىِّ صَلَّى الله عَلَيَمَ وَسَلَمِ قاَلَ : إِنَّ الله وَكََّلَ بِالرَّ حِمِ َملَكًايَقُولُ : أَيْ رَبِّ نَُطْفَةً أَ ى رَبٌِ عَلَقَةً. أَىْ ربِّ مُضْغَةً. فَإِ ذَاأَ رَادَالله أَنْ يَقْضِىَ جَلْقَهَا قال : أَىْ رَبِّ ا شَقِىُّ أَوسَعِيْدُ ؟ ذَكَرٌ أَوْأُنْثَى ؟ فَمَا لأ جَلُ ؟ فيكسب كذ لكَ فىِْ بَطْنِ أَمِّهِ ."رواه الجنارىومسلم واأ حمد"
“Dari pada Anas bin Malik (Moga-moga Ridha Allah terhadap diri-nya), dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabdah : “Sesungguhnya Allah telah mewakilkan dalam hal rahim seorang malikat”. Dia berkata : “Ya Tuhan, apakah dan jadikan nuthfah ?” “Ya Tuhan! Apakah akan diteruskan jadi ‘alaqah?” maka bila mana Allah telah menghendaki menciptakannya (jadi anak), berkata pulalah malaikat itu : “Ya Tuhan! Apakah akan jadi laki-laki atau akan jadi perempun ? maka bagai mana rezekinya ?bagai mana ajalny ? maka dituliskanlah demikian itu ketika dia masi dalam perut ibunya.” (Diriwayatkan Oleh Bukhari dan Muslim dan al-imam ahmad bin Hanbal).
G.    Petunjuk yang bisa diambil dari ayat :
Yang dapat menjadi pelajaran dari ayat-ayat tersebut:
Ø Dengan adanya tanda-tanda kebesaran Allah maka sampaila manusia kepada kesimpulan tentang pasti adanya maha pencipta, maha pengatur, maha bijaksana, maha perkasa disertai maha pengasi dan maha penyayang.
Ø Dengan adanya tanda-tanda kebesaran Allah atau bukti-bukti adanya tuhan ialah untuk menyarankan manusia bahwa dia mempunyai akal dan fikiran dan lain lain.
Ø Hidup dan mati manusia diataur oleh Allah swt dan tak ada satupun mahluk yang dapat membantahnya.
Ø Manusia harus meyakini adanya hari kiamat dan tidak ada satupun mahluk yang dapat mengingkarinya.
Ø Kita sebagai umat islam hendaknya menumbuhkan sikap saling toleransi antar agama baik dalam beribadah maupun dalam bermasyarakat, dan kita sebagai umat islam hendaknya tidak saling merugihkan baik sesama muslim maupun non muslim.














BAB III

KESIMPULAN

Dari ketiga ayat diatas (Ar-Rum, Al-Hasyr, As-Sajadah) kami pemakalah menyimpulkan  bahwa pada dasarnya, memiliki pengertian, dan pembahasan yang sama yaitu  mengenai kekuasaan, keesaan Allah, dan mengenal Asma dan sifat Allah. Serta kedua ayat lainnya (Al-Ikhlas, Al-A’raf), dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat tersebut menggambarkan sifat-sifat Allah serta seruan untuk berdoa dengan asma-Nya.
Selain itu dijelaskan pula tentang dan kasih sayang yang tersebut didalam surat Ar-Rum setiap laki-laki yang sehat dan perempuan yang sehat senantiasa mencari teman hidup yang disertai keinginan menumbuhkan kasih sayang disertai kepuasan bersetubuh, atau menumbuhkan cinta keduah belah pihak.
Dan pada As-sajadah dijelaskan pula tentang kehinaan yang menimpah orang-orang kafir, di akherat dan mereka pada waktu itu diminta supaya di kembalikan saja kedunia untuk bertobat dan berbuat kebaikan tetapi keinginan ini ditolak. Keinginan kaum musrik terhadap hari berbangkit  dan mereka menganggap hal itu mustahil. Jadi, maksud ketiga ayat diatas yaitu menumbuhkan tentang kebesaran Allah swt yang dibuktikan dengan tanda, tanda yang ia kirimkan kepada mahluk dan alam seluruh jagat raya, dan tak ada satupun mahluk yang mengingkarinya.











DAFTAR PUSTAKA

Mahali, Mudjab, A, Asbabun Nuzul (Studi Pendalaman Al Quran), Jakarta : Rajawali, 1989
Ash Shaabuniy, Muhammad Ali, 1998, Study Ilmu Al-Qur’an, Alih Bahasa Aminuddin, Bandung: Pustaka Setia
Manna’ Khalil Al-Qattan,  Studi Ilmu-Ilmu  Qur’an, terj. Mudzakir As, Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa , 2007


[1] A. Mudjab Mahali, Asbabun Nuzul, cet I, (Jakarta: Rajawali, 1989), hal 114
[2] Manna’ Khalil Al-Qattan,  Studi Ilmu-Ilmu  Qur’an, terj. Mudzakir As (Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa , 2007), hal 133

Tidak ada komentar:

Posting Komentar